Wednesday, March 23, 2016

Cermat Memilih Baju untuk Bayi

Sebagai seorang ‘Ibu baru’ dari bayi berusia 16 bulan, saya masih suka bingung memilih baju yang tepat untuk Raya anak saya. Yah, maklum, pengalaman pertama jadi masih grogi. Bahkan untuk urusan memilih baju yang kelihatannya sepele. 

Beberapa kali saya membelikan Raya baju, pasti ada saja salahnya. Mulai dari ukurannya yang kebesaran, motifnya yang ternyata lebih ke baby boy (ini paling sering), hingga bahannya yang panas. Saya sampai merutuki diri sendiri, “Koq begitu aja bisa salah terus ya, padahal cuma beli baju.” 

Bayi Nyaman dengan Libby

Baru-baru ini,  tepatnya pada hari Selasa, 22 Maret 2016 lalu, salah satu produk baju bayi premium yang dikenal dengan merek 'Libby' merilis Libby Premium Healthy Sleepsuits. 

Kelebihannya, sleepsuits ini bebas label pada bagian dalamnya, easy button  & nickel free, expandable neck untuk usia 6-9 bulan, integrasi sarung tangan dengan sleepsuit, dan didesain khusus untuk masing-masing baby boy & baby girl.

Dengan tagline “The safe and comfortable choice for your little ones” Libby sebagai produsen baju bayi premium sangat mengedepankan unsur aman dan nyaman untuk produknya. Untuk itu Libby telah dites di laboratorium Internasional Testex, Swiss melalui lebih dari 100 uji parameter (dari bahan mentah, kain, benang, zat pewarna, kancing, label) dan telah mendapatkan OEKO TEX Standard 100, kelas 1 untuk pakaian bayi. Selain itu Libby juga telah mendapatkan SNI (Standard Nasional Indonesia)

Friday, March 13, 2015

Sex Addiction - Uncontrollable Sexual Behavior

Ketidakmampuan untuk mengelola perilaku seksual dapat dikatakan sebagai kecanduan/ketergantungan seks

Individu yang terobsesi dengan pikiran-pikiran seksual sehingga mengganggu aktivitasnya sehari-hari seperti tidak dapat bekerja dengan baik, menjalin hubungan, dan lain-lain, kecanduan seks seperti itu banyak yang menyebutnya sebagai bentuk perilaku obsesif kompulsif,” tulis Christian Nordqvist dalam What Is Sexual Addiction (Compulsive Sexual Behavior)? What Causes Sexual Addiction? di MedicalNewsToday.com.

Sumber gambar: http://addicta.org

Tuesday, August 5, 2014

Beda Kucing Kampung dengan Kucing Blasteran

Foto: http://www.dragoart.com
Lagi gatel banget pengen nulis tentang kelakuan kucing kampung dan kucing blasteran.

Ada pepatah berkata, "Namanya juga kucing! Disodori ikan ya pasti dimakan lah!"

Pepatah itu kemudian dihubungkan dengan perilaku laki-laki yang kalau disodori perempuan pasti diembat!

Seperti menjadi sebuah kewajaran, layaknya kucing, bahwa wajar saja itu perempuan diembat si laki-laki, wong kucing aja dikasih ikan pasti langsung dimakan. Begitu kira-kira...

Pertanyaan saya kemudian adalah:


Apakah laki-laki = kucing?

Thursday, April 17, 2014

Balonku Ada 5, Cocktail Legendaris Melly's Garden

Balonku Ada 5
Foto: MataPanda
Tahun 1998 ketika Ivan Y. Steven pertama kali mendirikan Melly's Garden Bar & Resto bersama sang istri, Melly Saripah di Jalan Jaksa, Jakarta Pusat, Ivan menciptakan sebuah minuman dengan wadah yang sangat unik.  Ia menamai cocktail racikannya itu; Balonku Ada 5. Walaupun warna-warni seperti balon, Ivan menandaskan bahwa minumannya itu 'laki-laki banget'!

Balita Sekolah Internasional, Awas Kacau Berbahasa!

Maura, ini apa?” tanya Hilda pada putri bungsunya yang berusia tiga tahun sambil mengacung-acungkan buah pisang. ”Banana,” jawab Maura cepat. ”In Indonesian language, Maura! Kalau Bahasa Indonesia apa namanya?” tanya Hilda lagi. ”Banana,” sahut Maura lagi tanpa mengubah jawabannya. Hilda heran, sudah lupakah Maura dengan bahasa Indonesia?

Sudah dua bulan terakhir ini Hilda menyekolahkan Maura di salah satu sekolah yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya. Bahkan, diselipkan pula pelajaran bahasa Mandarin di antara materi belajar formal lainnya. Harapan Hilda tak lain agar Maura dapat mempelajari bahasa asing sejak dini, sehingga lebih fasih ber cas cis cus dibandingkan sang bunda.

Bahasa Ibu yang Utama
Ditegaskan oleh Prof. DR. Ratna Sajekti Rusli, Guru Besar Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta, bahwa tidak diperkenankan memberikan pelajaran bahasa asing kepada anak balita terlebih batita. 
 
Menurutnya, yang utama kuasai dulu bahasa ibu. “Jika bahasa ibunya bahasa Indonesia, ya pelajari dulu sampai mahir bahasa Indonesia. Jangan sampai bahasa Indonesianya masih kacau sudah dijejali bahasa lain,” tekan Prof. Ratna. 
 
Lebih jauh ia mengatakan caritahu dulu apa motivasi orangtua. Apakah mereka ingin menyekolahkan anaknya ke luar negeri sehingga dari awal sudah diberikan pembekalan bahasa asing atau karena ada alasan lain? Misalnya, karena sedang trend atau karena gengsi. Bisa saja, bukan?

Mahir Dulu Berbahasa Indonesia
Bukan tidak boleh mengajari bahasa asing pada si kecil tapi tentu saja dengan syarat ia harus mahir dulu berkomunikasi dengan bahasa Indonesia. Mengingat anak tinggal di Indonesia, jauh lebih baik jika anak menguasai bahasa ibu terlebih dahulu (bahasa Indonesia atau bahasa daerah). Dengan demikian, stimulasi anak terhadap bahasa ini cukup banyak, misalnya dari orangtua, keluarga besar, pengasuh, teman, dan lingkungan lain. 
 
Selain itu, penguasaan bahasa ibu juga dimaksudkan agar anak lebih menghargai budaya Indonesia. Prof. Ratna mencontohkan hal ini dengan negara Jepang. Mereka adalah bangsa yang kebanggaan kulturalnya sangat kuat sehingga tidak mudah bagi bahasa lain untuk masuk ke wilayah kebudayaannya. Bahkan orang di luar Jepanglah yang harus menyesuaikan diri dan belajar bahasa mereka jika menginjakkan kaki di negeri matahari terbit itu.
Oleh karena itu, sesuaikan kondisi anak sebelum Anda ngotot mengajarinya bahasa asing.
Lalu bahasa apa yang sehari-hari digunakan di rumah? Jika anak lahir dari perkawinan campur yang salah satu orangtuanya adalah warga negara asing, bisa saja anak diajarkan dua bahasa karena dalam kesehariannya anak MEMANG menggunakan KEDUA BAHASA itu dari ayah dan ibunya.

Tuesday, March 25, 2014

Hangover After Party

Hangover yang dialami setiap orang dapat bervariasi namun biasanya terdapat gejala seperti sakit kepala, mual, kelelahan, dan dehidrasi. Dehidrasi inilah sesungguhnya yang menjadi penyebab utama hangover. Ketika Anda sudah mengalami dehidrasi karena alkohol, Anda akan sulit berkonsentrasi, sensitif, dan mudah marah.

Foto: http://www.theanimatedwoman.com

Mengutip laman Drink Aware, biang keladi terjadinya hangover adalah kandungan ethanol yang terdapat dalam minuman beralkohol. Salah satu bahan kimia beracun yang bekerja dalam tubuh sebagai diuretik -merangsang buang air kecil secara berlebih- sehingga berujung pada dehidrasi. Senada dengan hal itu, Dr. Graham Archard mengatakan pada Daily Mail, alkohol memblok produksi hormon vasopressin yang membantu tubuh menghemat air. Itulah sebabnya mengapa ketika banyak minum alkohol, Anda menjadi lebih sering berkemih.

Archard lebih lanjut mengatakan bahwa alkohol menyebabkan 'sugar rush' dan tubuh meresponnya dengan memproduksi insulin yang berakibat pada menurunnya kadar gula darah secara drastis hingga mengakibatkan sakit kepala, sempoyongan dan kelaparan.

Friday, March 21, 2014

Gangguan Gusi Pada Ibu Hamil, Jangan Sepelekan!


Ibu hamil memeriksakan diri ke dokter kandungan, itu tak heran. Bagaimana jika BuMil memeriksakan diri ke dokter gigi? 

Nah, hal ini yang nampaknya belum populer. Padahal tahukah Moms kalau kesehatan gusi BuMil dapat memengaruhi kondisi janin?
 
Ya, seperti yang dikatakan oleh dr. Boy Abidin, SpOG, dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan dari RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, “Seorang ibu hamil mengalami peningkatan hormon estrogen dan progesteron yang dapat memengaruhi pelebaran pembuluh darah di gusi. Gusi menjadi lebih sensitif dan rentan terhadap infeksi.”

Perubahan Gigi dan Mulut Saat Hamil
  • Terjadi perlebaran dan perlunakan pembuluh darah gusi.
  • Gusi lebih mudah berdarah bila terkena sikat gigi.
  • Bisa terjadi pembengkakan gusi yang disebut epulis gravidarum dan sembuh spontan setelah melahirkan.
Bakteri Infeksi Terbawa Aliran Darah
Hal tersebut diamini pula oleh seorang dokter gigi spesialis periodonti, drg. Yulia Rachma, Sp. Perio dari Klinik Gigi Matra Medika. Menurut Yulia, jika BuMil menderita penyakit radang gusi dan tidak dirawat, maka dapat memengaruhi kondisi kandungannya.

Penyakit radang gusi (gingivitis) merupakan infeksi yang terjadi pada gusi dan biasanya disebabkan oleh buruknya kebersihan mulut sehingga terbentuk plak yang mengandung bakteri. Bila tidak segera dirawat dapat menyebabkan periodontis yaitu rusaknya jaringan penyangga gigi lain sehingga menyebabkan gusi menjadi turun dan kehilangan perlekatannya serta terjadi kerusakan pada tulang penyangga gigi,” jelas Yulia.

Pada kondisi ini gigi dapat menjadi goyang atau lepas. Peradangan kronis yang dipicu oleh periodontitis diyakini bisa menjalar ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah yang terdapat di gigi dan gusi. 

Karena meningkatnya hormon estrogen dan progesteron pada BuMil yang dapat memengaruhi pelebaran pembuluh darah di gusi, akhirnya gusi lebih sensitif dan rentan terhadap infeksi. 
 
Bakteri yang menyebabkan penyakit periodontal tidak hanya bertempat di dalam rongga mulut saja, namun dapat terbawa ke aliran darah. Bakteri tersebut berpotensi untuk menyebabkan masalah kesehatan di bagian tubuh lain termasuk rahim ibu yang sedang mengandung.

Bisa Lahir Prematur
BuMil yang menderita penyakit radang gusi dan periodontis lebih rentan untuk melahirkan bayi secara prematur dengan berat badan lahir bayi kurang dari normal. Karena bakteri dan toksin yang memasuki aliran darah melalui gusi dan gigi dapat menstimulasi homon prostaglandin lalu merangsang kelahiran dini,” tambah Boy. 
 
Boy juga mengungkapkan bahwa radang gusi terjadi pada 60 - 75 persen BuMil, dan 10 persennya mengalami pembengkakan gusi (epulis gravidarum). Selain itu beberapa penelitian juga menyebutkan ibu dengan infeksi periodontal memiliki risiko 7 kali melahirkan prematur dengan berat badan lahir rendah. 
 
Tunggu apalagi, jangan tunda ke dokter gigi bila terjadi radang gusi. Dokter gigi dapat melakukan pembersihan plak dan karang gigi. Selanjutnya dilakukan observasi dan kontrol secara bertahap untuk melihat adaptasi dari respon tubuh perawatan awal yang telah diberikan dan apakah perlu perawatan selanjutnya berupa terapi non bedah maupun bedah.

Trik Cegah Radang Gusi:
  1. Lakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut secara rutin ke dokter gigi sejak awal kehamilan.
  2. Jangan takut untuk mengunjungi dokter gigi walau masih trimester awal kehamilan. Justru inilah saat yang menentukan. Pemeriksaan rutin adalah salah satu cara deteksi dini yang dapat mencegah permasalahan gusi maupun gigi agar tidak berlanjut ke tahap yang lebih parah.
  3. Sikat gigi setelah sarapan dan sebelum tidur malam. Gunakan bulu sikat yang lembut.
  4. Banyak makan makanan yang mengandung vitamin C dan kalsium. Kedua zat ini berguna untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi.
  5. Relaksasi. Bila Anda stres, penyakit apapun akan timbul dengan cepat. Termasuk penyakit gigi dan gusi yang disebabkan oleh adanya peningkatan hormon stres yaitu kortisol. Hormon ini akan mengacaukan sistem normal tubuh. Relaksasi perlu sekali bagi BuMil karena mereka sedang mengalami perubahan hormon.
  6. Bagi ibu yang merencanakan kehamilan, sebaiknya lebih memerhatikan kesehatan rongga mulutnya sebelum hamil. Karena perubahan hormon dapat menyebabkan penyakit radang gusi.
Penulis: Rahma Anandita
Dimuat di: Tabloid Mom&Kiddie Edisi 17 Tahun IV

Wednesday, March 5, 2014

Kontradiksi Pola Asuh Orangtua vs Kakek Nenek


Foto: withfamilytravel.com

Tanya: Saat ini Rebeca (3,5) mulai senang mencoret-coret, dari kertas hingga tembok di rumah. Saya sudah memberitahu kalau mau coret-coret atau menggambar harus di kertas yang telah saya sediakan. Sampai suatu hari, dinding ruang tamu penuh dengan coretan krayonnya. Yang jadi masalah, saya masih tinggal dengan orangtua. Oma dan Opanya Rebecca marah besar ketika melihat dinding ruang tamunya penuh coretan. Sejak itu jika melihat Rebecca mulai bawa-bawa crayon, Oma dan Opanya pasti langsung melarangnya dengan mimik muka galak. Lambat laun saya perhatikan Rebecca jadi enggan menggambar lagi. Tampaknya dia kapok dan takut dengan Oma dan Opanya. Bagaimana cara saya memberi pengertian pada kedua orangtua saya supaya jangan terlalu keras menegur cucunya? Bagaimana pula caranya agar Rebecca kembali ceria dan mau kembali menggambar tapi pada tempat yang seharusnya? Thanks. Janette-Karawaci Tangerang

Tips Atasi Kaki Bengkak pada Ibu Hamil


Foto: http://fasthewoodlands.com



Ketika positif dinyatakan berbadan dua, perubahan fisik pasti menyertai BuMil. Bukan hanya tubuh yang ‘membengkak’ alias membesar, namun kedua kaki pun tak jarang ikut membengkak.

Kondisi ini biasanya dialami saat menginjak trimester akhir di mana beban bagian perut semakin meningkat. Terlebih jika bagian terendah/kepala bayi sudah memasuki panggul.