Showing posts with label Jaljal. Show all posts
Showing posts with label Jaljal. Show all posts

Saturday, August 31, 2019

Off Koffee Kaya, Tempatnya Roti Kaya Enak di Jakarta!

Mungkin masih ada yang ingat postingan saya tentang Roti Hainan yang super enak di Makassar? Roti bakar berisi selai srikaya yang rasanya tak terlupakan itu. Nah, baru-baru ini saya menemukan roti bakar kaya yang juga enak, dan itu di bukan di Makassar tapi di JAKARTA!

Iya, di Jakarta. Tepatnya berada di Jl. Bendungan Jatiluhur No. 59, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Bukan rahasia lagi kalau Benhil telah menjadi salah satu pusat kuliner di Jakarta. Sabtu siang itu saya menuju sebuah coffee shop nan cantik yang berada di ujung jalan Bendungan Jatiluhur untuk bertemu dengan beberapa kawan. 

Begitu melihat plang namanya: OFF KOFFEE KAYA, saya langsung membatin, apakah tempat ini menyajikan roti bakar srikaya seperti yang saya rasakan waktu di Makassar dulu? Sepertinya feeling saya soal makanan selalu tepat. Yup, ternyata betul. Saya menemukan "harta karun" di sini! Akhirnya saya bisa merasakan lagi roti bakar srikaya yang super enak. 

Sambil menunggu kawan, tanpa ragu saya langsung memesan Kaya Toast. Kaya Toast di sini berbeda dengan roti Hainan di Makassar. Perbedaannya terletak di jenis roti yang digunakan. Kalau roti Hainan menggunakan roti kasur, Kaya Toast di sini memakai roti tawar berukuran besar. Dan Kaya Toast memang merupakan salah satu menu andalan di sini. Untuk minumannya, karena masih siang menjelang sore, sepertinya enak kalau minum kopi yang tidak terlalu berat dan pastinya harus dingin. Pilihan pun jatuh pada Java Sweet Coffee. 

"Kaya Toast itu sendiri adalah roti panggang yang disajikan dengan selai srikaya dan butter. Nah untuk selai srikayanya sendiri homemade," ujar Mba Maria, sang pemilik Off Koffee Kaya. 

Memang kelezatannya otentik sekali di lidah saya. Nikmatnya serasa membawa saya ke awang-awang. Apalagi ditambah pula dengan kopi Java Sweet -semacam kopi susu dengan gula aren- yang menyegarkan. Perfect bangetlah di lidah saya! Mengenai kopinya, Mba Maria bercerita kalau untuk kopinya merupakan house blend. Yaitu campuran atau racikan dari beberapa jenis kopi, baik varietas maupun single origin. "Berbeda dengan single origin yang berarti kopi dari satu daerah tertentu, kopi blend adalah campuran dari dua atau lebih dari beberapa single origin. Tujuannya adalah untuk mendapatkan rasa yang lebih kompleks," Mba Maria menjelaskan.

Saya sungguh beruntung karena hari itu sedang ada promo kopi buy 1 get 1 free. Jadilah saya memborong Java Sweet Coffee untuk stock di rumah. Senja mulai menghampiri dan kawan-kawan saya pun sudah berdatangan. Good food, good coffee, good friends. Komplit!

OFF KOFFEE KAYA
Jl. Bendungan Jatiluhur No.59
Bendungan Hilir – Jakarta Pusat
Tlp. 08989278901
Jam buka: setiap hari 08 AM - 23 PM
☎️ For Reservation 0215732627 / 08989278901
Tersedia juga via aplikasi 🍴GOFOOD
📶FREE WIFI

PRICE
Kaya Toast: Rp 25.000
Java Sweet Coffee (Iced): Rp 26.000

Tuesday, February 4, 2014

Welcome To The Zombieland


Another head hangs lowly, child is slowly taken
And the violence caused such silence, who are we mistaken?

Intro lagu hits era 90'an berjudul Zombie dari The Cranberries mengalun tepat begitu saya memasuki Zombie Cafe pada Jumat malam, 9 Januari 2014 lalu. Tak hanya saya, beberapa pengunjung lain pun tampak ngeh dengan lagu tersebut dan ikut bernyanyi kecil. “Wah, lagunya pas!” celetuk salah seorang pengunjung yang datang secara bergerombol.

Sunday, February 2, 2014

Hotel Ini Dikelilingi Situs Bersejarah Kota Bandung

Zodiak Hotel Asia Afrika – Bandung

Jumat 10 Januari 2014 lalu saya kembali menyambangi kota Bandung untuk urusan pekerjaan. Kali ini saya menginap di hotel Zodiak yang terletak di Jalan Asia Afrika.

Foto: Doc. Zodiak Hotel

Sebuah lokasi yang terasa sangat vintage. Selain karena dikelilingi berbagai bangunan bersejarah, seperti Museum Asia Afrika, Masjid Agung, Gedung Merdeka, dan Jalan Braga, bangunan lain di kanan dan kiri hotel masih terlihat kuno. Yah, semacam kota tua-nya Jakarta kali yaaa...

Monday, May 20, 2013

Menggali Eksotisme Banten


Judul  :  Tanjung Lesung Pintu Gerbang Krakatau Ujung Kulon (100 Destinasi Tersembunyi di Ujung Barat Pulau Jawa ; Alam, Petualangan, Budaya, Kuliner, Penginapan)
Penulis  :  Gagas Ulung, Lilly T. Erwin, Abang Erwin
Halaman  :  207 Halaman
Penerbit  :  PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun  :  2013

Pantainya yang indah berpasir putih lengkap dengan laguna kebiruan, menjadikan Tanjung Lesung laksana surga di pesisir barat Banten. Kawasan wisata yang luasnya sekitar 1.500 hektar ini merupakan kawasan privasi dimana terdapat berbagai fasilitas dan aktivitas untuk berlibur. Kawasan Resor Tanjung Lesung menghadap Selat Sunda dengan pemandangan langsung Gunung Krakatau.

Selama ini kebanyakan pelancong menghabiskan waktunya di Anyer atau Carita. Padahal dengan melanjutkan perjalanan 2 jam ke Tanjung Lesung, selain pantai putihnya, kita akan menemukan hamparan padang ilalang mirip di Afrika.

Sunday, May 19, 2013

Pelabuhan Sunda Kelapa, Dari Sinilah Jakarta Bermula!


Lama tak menginjakkan kaki di Pelabuhan Sunda Kelapa. Kok rasanya udara di sini semakin panas dan kering ya? Teriknya sinar mentari begitu menyengat kulit. Sampai-sampai terasa kulit wajah mulai merah terbakar. Meski demikian, tak mengurungkan niat saya untuk menyusuri kembali tempat bersejarah ini.

Tak disangka, saya datang kembali. Teringat lebih dari 10 tahun lalu ketika pertama kali mampir ke sini. Ya, kala itu saya memang cuma mampir sebentar. Karena tujuan sebenarnya untuk berlayar menyusuri gugus Kepulauan Seribu dengan kapal Phinisi. Kini saat menyambangi pelabuhan tertua di Jakarta ini, pandangan langsung tertumbuk pada deretan kapal Phinisi yang sedang berlabuh di dermaga. 
 
Kapal Phinisi atau Bugis Schooner memiliki bentuk khas sehingga mudah dikenali. Meruncing di salah satu ujungnya dan berwarna-warni pada badan kapal. Siang itu para buruh bongkar muat sibuk membongkar muatan kapal. Menurunkan kayu-kayu. Susunan kayu yang berasal dari Kalimantan tersebut disusun tak jauh dari kapal. Jumlahnya sangat banyak, memenuhi tepi pelabuhan.
Beberapa wisatawan asing terlihat berjalan kaki menyusuri deretan kapal sambil sesekali berfoto. Wuih... meski cuaca begitu panasnya, mereka bersemangat sekali. Sebagian lagi ada yang asyik berseliweran membonceng ojek sepeda onthel.