Irine tengah mengandung 3
bulan. Beberapa hari lalu ia sempat tersetrum saat mencabut kabel televisi.
Sengatan listriknya lumayan menyentak dan mengagetkan. "Saya khawatir, apakah
kejadian itu dapat memengaruhi kondisi kehamilan saya? Apakah betul kesetrum
dapat memicu kontraksi?" tanya Irine pada Nadya teman sekantornya. Beragam kekhawatiran muncul dalam benak Irine. Maklum, ini adalah kehamilan pertamanya. Haruskah saya memeriksakan dengan segera ke dokter
kandungan untuk memastikan kondisi kehamilan saya? Perlukah sampai periksa USG? dan berjuta pertanyaan lain.
Electro Shock Theraphy
Memang belum banyak dilaporkan dalam literatur dampak kasus ibu hamil yang
tersengat aliran listrik alias kesetrum
seperti kasus yang dialami Irene.
"Umumnya, penggunaan aliran listrik dalam kehamilan selama ini lazim digunakan
untuk kasus seseorang yang mengalami depresi yakni dengan penggunaan Electro Shock Theraphy (penggunaan
aliran listrik yang terukur). Misalnya, untuk menimbulkan beban sensasi ringan
dosisnya 1 miliamper (mA), untuk ketegangan otot lokal 10 mA dan pada kasus ventrikel
fibrilasi (henti jantung) menggunakan aliran listrik sebesar 100 mA," jelas dr. M. Andalas, SpOG dari RSU dr. Zainoel Abidin, Banda Aceh.








