Friday, February 3, 2017

Sisi Gelap Deadline Bagi Kesehatan


Percaya atau tidak, ternyata deadline alis tenggat waktu yang kronis dapat berujung menjadi malapetaka bagi kesehatan Anda lho!


Apakah pekerjaan Anda selalu bersinggungan dengan deadline? Atau jangan-jangan Anda justru merasa lebih termotivasi dan bekerja lebih baik karena deadline? Kimberly Key, seorang praktisi psikologi sekaligus mantan presiden divisi dari American Counseling Association membeberkan dampak dampak buruk deadline bagi otak, kesehatan, dan hasil kerja kita.

Kimberly yang juga penulis buku Ten Keys to Staying Empowered in a Power Struggle ini, mengungkapkan di situs Psychologytoday.com (15/6/2015) mengenai tantangan yang kita temui di era  budaya internet yang serba cepat seperti sekarang ini, menjadikan kita orang-orang yang berorientasi pada deadline. Menunda-nunda pekerjaan hingga deadline tiba tidak hanya membuat kita stres tapi juga dapat membunuh sel-sel otak, mengurangi kreativitas, dan melemahkan kesehatan seseorang. Lebih buruk lagi, deadline ibarat candu yang membuat orang ketergantungan tak ubahnya seperti seorang pecandu kafein yang menyelesaikan pekerjaannya sambil menyeruput secangkir kopi hitam panas.

Berbagai gejala akan muncul seiring kejaran deadline, antara lain emosi dan hormon stres meningkat. Tak hanya itu, sakit kepala serta masalah pencernaan juga akan muncul, dimana hal itu merupakan salah satu gejala pertama yang muncul ketika hormon stres mengambil alih.

Tentu Anda tidak ingin seperti itu terus bukan? Kimberly memberikan beberapa solusi praktis untuk Anda yang selalu berkejaran dengan deadline. Berikut tip darinya:

Pertama, cobalah untuk mengubah cara bekerja Anda saat deadline mulai mendekat. Cobalah mengerjakan  tugas sebelum waktu deadline tiba lalu hadiahi diri Anda sendiri karena telah berhasil menyelesaikannya sebelum deadline. Perlahan namun pasti, perubahan kebiasaan ini akan membantu Anda terhindar dari ketergantungan deadline. Stres berkurang, produktivitas kerja meningkat, lebih kreatif dan inovatif.

Kedua, luangkan waktu beberapa kali dalam sehari untuk bernapas dalam-dalam lalu hembuskan pelan-pelan. Mendengarkan kicauan burung di pagi hari, mencium bunga mawar, dan berjalan di rumput tanpa menggunakan alas kaki. Hal-hal seperti itu tampaknya sepele, namun dapat membetuk sisi spiritualitas kita dan sangat baik untuk fungsi otak secara keseluruhan. Studi mengenai spiritualitas seperti doa dan “Ilahi” telah mengungkapkan manfaat kesehatan yang luar biasa seperti penurunan tekanan darah, menurunkan stres dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Ketiga, hindari perfeksionisme. Tidak ada orang yang sempurna bukan? Nah, perfeksionisme justru seperti memberi jalan munculnya stres, lebih dari apapun. Perfeksionisme hanya menimbulkan kekhawatiran-kekhawatiran dan ketakutan yang tak beralasan. Bahwa Anda ingin pekerjaan Anda sesempurna mungkin. Alih-alih sempurna, pekerjaan Anda justru tak kunjung rampung hingga deadline menghadang di depan mata. So, nikmatilah pekerjaan Anda dan jangan bebani dengan ambisi pencapaian sebuah kesempurnaan.

Saturday, January 28, 2017

Bangun Properti Lebih Cepat dan Efisien dengan ‘Dinding Kering’

Istilah ‘dinding kering’ mungkin masih terdengar asing di telinga awam. Namun kemampuan ‘dinding kering’ ini tak diragukan lagi, sangat efisien sebagai salah satu material bahan bangunan. Mengapa efisien? Sebelum melangkah lebih jauh lagi, pertama-tama kita kenali terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan ‘dinding kering’.


‘Dinding kering’ atau biasa disebut dengan ‘drywall’ merupakan sebuah system partisi atau dinding dalam ruangan yang terdiri dari papan gypsum yang dipasang pada sebuah rangka dengan menggunakan bantuan skrup khusus. Karena pemasangannya yang tidak menggunakan campuran semen dan air, maka disebut drywall. Sangat berbeda dengan dinding konvensional pada umumnya yang menggunakan batu bata, campuran semen, pasir, dan air.

Di era modern seperti sekarang ini, penggunaan drywall semakin diminati karena banyak sekali kelebihannya dibandingkan dengan dinding konvensional. Drywall sejatinya digunakan sebagai dinding, tidak hanya sebagai partisi kantor tetapi juga untuk ruangan-ruangan di rumah, hotel, rumah sakit, apartemen, sekolah, gedung bioskop, hingga museum seni.

Tuesday, December 13, 2016

18 Foto ‘Love & O2’ untuk Hutan Hujan Tropis Indonesia Dipamerkan di Plaza Indonesia


Sebagai bagian dari campaign berkelanjutan Love & O2 untuk hutan hujan tropis Indonesia, Delia von Rueti, founder Love & O2 berkolaborasi dengan Plaza Indonesia menggelar Photo Exhibition di Plaza Indonesia Level 1 yang diadakan dari tanggal 7 Desember 2016 hingga 8 Januari 2017.

Monday, June 27, 2016

The Oasis Cikarang, Ramadan Tetap Laris...!



Supriantoro, Direktur Sales & Marketing PT Nusantara Prospekindo Sukses (NPS) sedang menunjukkan maket green mixed use development The Oasis Cikarang kepada para customer, beberapa waktu lalu.


Pada umumnya, begitu memasuki bulan suci Ramadhan, kondisi bisnis properti di Indonesia mengalami penurunan. Terlebih dengan masih melambatnya perekonomian saat ini. Meski demikian, para pengembang tetap optimis walaupun angka penjualan tidak seperti bulan-bulan sebelumnya.

Wednesday, March 23, 2016

Cermat Memilih Baju untuk Bayi

Sebagai seorang ‘Ibu baru’ dari bayi berusia 16 bulan, saya masih suka bingung memilih baju yang tepat untuk Raya anak saya. Yah, maklum, pengalaman pertama jadi masih grogi. Bahkan untuk urusan memilih baju yang kelihatannya sepele. 

Beberapa kali saya membelikan Raya baju, pasti ada saja salahnya. Mulai dari ukurannya yang kebesaran, motifnya yang ternyata lebih ke baby boy (ini paling sering), hingga bahannya yang panas. Saya sampai merutuki diri sendiri, “Koq begitu aja bisa salah terus ya, padahal cuma beli baju.” 

Bayi Nyaman dengan Libby

Baru-baru ini,  tepatnya pada hari Selasa, 22 Maret 2016 lalu, salah satu produk baju bayi premium yang dikenal dengan merek 'Libby' merilis Libby Premium Healthy Sleepsuits. 

Kelebihannya, sleepsuits ini bebas label pada bagian dalamnya, easy button  & nickel free, expandable neck untuk usia 6-9 bulan, integrasi sarung tangan dengan sleepsuit, dan didesain khusus untuk masing-masing baby boy & baby girl.

Dengan tagline “The safe and comfortable choice for your little ones” Libby sebagai produsen baju bayi premium sangat mengedepankan unsur aman dan nyaman untuk produknya. Untuk itu Libby telah dites di laboratorium Internasional Testex, Swiss melalui lebih dari 100 uji parameter (dari bahan mentah, kain, benang, zat pewarna, kancing, label) dan telah mendapatkan OEKO TEX Standard 100, kelas 1 untuk pakaian bayi. Selain itu Libby juga telah mendapatkan SNI (Standard Nasional Indonesia)

Friday, March 13, 2015

Sex Addiction - Uncontrollable Sexual Behavior

Ketidakmampuan untuk mengelola perilaku seksual dapat dikatakan sebagai kecanduan/ketergantungan seks

Individu yang terobsesi dengan pikiran-pikiran seksual sehingga mengganggu aktivitasnya sehari-hari seperti tidak dapat bekerja dengan baik, menjalin hubungan, dan lain-lain, kecanduan seks seperti itu banyak yang menyebutnya sebagai bentuk perilaku obsesif kompulsif,” tulis Christian Nordqvist dalam What Is Sexual Addiction (Compulsive Sexual Behavior)? What Causes Sexual Addiction? di MedicalNewsToday.com.

Sumber gambar: http://addicta.org

Tuesday, August 5, 2014

Beda Kucing Kampung dengan Kucing Blasteran

Foto: http://www.dragoart.com
Lagi gatel banget pengen nulis tentang kelakuan kucing kampung dan kucing blasteran.

Ada pepatah berkata, "Namanya juga kucing! Disodori ikan ya pasti dimakan lah!"

Pepatah itu kemudian dihubungkan dengan perilaku laki-laki yang kalau disodori perempuan pasti diembat!

Seperti menjadi sebuah kewajaran, layaknya kucing, bahwa wajar saja itu perempuan diembat si laki-laki, wong kucing aja dikasih ikan pasti langsung dimakan. Begitu kira-kira...

Pertanyaan saya kemudian adalah:


Apakah laki-laki = kucing?

Thursday, April 17, 2014

Balonku Ada 5, Cocktail Legendaris Melly's Garden

Balonku Ada 5
Foto: MataPanda
Tahun 1998 ketika Ivan Y. Steven pertama kali mendirikan Melly's Garden Bar & Resto bersama sang istri, Melly Saripah di Jalan Jaksa, Jakarta Pusat, Ivan menciptakan sebuah minuman dengan wadah yang sangat unik.  Ia menamai cocktail racikannya itu; Balonku Ada 5. Walaupun warna-warni seperti balon, Ivan menandaskan bahwa minumannya itu 'laki-laki banget'!

Balita Sekolah Internasional, Awas Kacau Berbahasa!

Maura, ini apa?” tanya Hilda pada putri bungsunya yang berusia tiga tahun sambil mengacung-acungkan buah pisang. ”Banana,” jawab Maura cepat. ”In Indonesian language, Maura! Kalau Bahasa Indonesia apa namanya?” tanya Hilda lagi. ”Banana,” sahut Maura lagi tanpa mengubah jawabannya. Hilda heran, sudah lupakah Maura dengan bahasa Indonesia?

Sudah dua bulan terakhir ini Hilda menyekolahkan Maura di salah satu sekolah yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya. Bahkan, diselipkan pula pelajaran bahasa Mandarin di antara materi belajar formal lainnya. Harapan Hilda tak lain agar Maura dapat mempelajari bahasa asing sejak dini, sehingga lebih fasih ber cas cis cus dibandingkan sang bunda.

Bahasa Ibu yang Utama
Ditegaskan oleh Prof. DR. Ratna Sajekti Rusli, Guru Besar Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta, bahwa tidak diperkenankan memberikan pelajaran bahasa asing kepada anak balita terlebih batita. 
 
Menurutnya, yang utama kuasai dulu bahasa ibu. “Jika bahasa ibunya bahasa Indonesia, ya pelajari dulu sampai mahir bahasa Indonesia. Jangan sampai bahasa Indonesianya masih kacau sudah dijejali bahasa lain,” tekan Prof. Ratna. 
 
Lebih jauh ia mengatakan caritahu dulu apa motivasi orangtua. Apakah mereka ingin menyekolahkan anaknya ke luar negeri sehingga dari awal sudah diberikan pembekalan bahasa asing atau karena ada alasan lain? Misalnya, karena sedang trend atau karena gengsi. Bisa saja, bukan?

Mahir Dulu Berbahasa Indonesia
Bukan tidak boleh mengajari bahasa asing pada si kecil tapi tentu saja dengan syarat ia harus mahir dulu berkomunikasi dengan bahasa Indonesia. Mengingat anak tinggal di Indonesia, jauh lebih baik jika anak menguasai bahasa ibu terlebih dahulu (bahasa Indonesia atau bahasa daerah). Dengan demikian, stimulasi anak terhadap bahasa ini cukup banyak, misalnya dari orangtua, keluarga besar, pengasuh, teman, dan lingkungan lain. 
 
Selain itu, penguasaan bahasa ibu juga dimaksudkan agar anak lebih menghargai budaya Indonesia. Prof. Ratna mencontohkan hal ini dengan negara Jepang. Mereka adalah bangsa yang kebanggaan kulturalnya sangat kuat sehingga tidak mudah bagi bahasa lain untuk masuk ke wilayah kebudayaannya. Bahkan orang di luar Jepanglah yang harus menyesuaikan diri dan belajar bahasa mereka jika menginjakkan kaki di negeri matahari terbit itu.
Oleh karena itu, sesuaikan kondisi anak sebelum Anda ngotot mengajarinya bahasa asing.
Lalu bahasa apa yang sehari-hari digunakan di rumah? Jika anak lahir dari perkawinan campur yang salah satu orangtuanya adalah warga negara asing, bisa saja anak diajarkan dua bahasa karena dalam kesehariannya anak MEMANG menggunakan KEDUA BAHASA itu dari ayah dan ibunya.