Sunday, October 7, 2018

Melamun 'Jorok', Seberapa Sering?


Ngelanjor atau ngelamun ''jorok' dalam tanda kutip, diartikan sebagai melamun, berkhayal, berimajinasi, atau berfantasi yang menjurus pada kegiatan seksual. Lalu, apakah Anda juga suka melakukannya?

Nggak boleh bengong sebentar, ujung-ujungnya pasti ngelanjor,” ceplos Reno, lajang 26 tahun. “Sejak SMP saya sudah sering berkhayal yang 'indah-indah', bahkan dalam kereta commuter line, sembari membunuh waktu. Dengan mata terpejam, ngayal  'seru' deh,” timpal Ivan (29), sudah menikah, sambil terkekeh.

Reno dan Ivan sama-sama mengakui bahwa mereka memang sering melamunkan seks, dengan berbagai kondisi pemicu. Entah apakah untuk membunuh rasa bosan kala di ruang tunggu, di transportasi umum, atau sebagai obat ngantuk (mengkhayal sebelum tidur).

Sangatlah wajar jika seseorang, baik laki-laki maupun perempuan, lajang atau sudah berpasangan untuk melamunkan seks seperti yang dilakukan Reno dan Ivan, demikian menurut psikolog klinis dewasa, FX Albino Prasodjo dari Bethsaida Hospital,

Pikiran-pikiran tersebut merupakan bentuk fantasi seksual dan merupakan hal yang wajar karena seks merupakan salah satu kebutuhan dasar yang dimiliki oleh tiap manusia, tanpa kecuali. Tidak hanya dialami pada orang yang berstatus lajang tapi juga pada yang sudah punya pacar atau suami/istri. Fantasi itu muncul karena adanya keinginan, misal mau ML sama pacarnya, namun terhambat oleh norma sosial. Tapi pada pasangan yang sudah menikah, fantasi dapat meningkatkan hubungan suami istri,” ujar Albino.

Dalam Psikoanalisis, Sigmund Freud mengemukakan tentang id, ego, dan superego dimana id merupakan libido murni yang bersifat irasional, keinginan yang dituntun oleh prinsip kenikmatan serta berusaha untuk memuaskan kebutuhan ini. Lalu apakah orang yang sering melamun berbau seks dapat dikatakan libido tinggi?

“Libido diartikan sebagai dorongan / hasrat seksual. Ada hubungannya namun tidak serta merta jika punya dorongan seksual tinggi maka akan berfantasi. Ada orang yang punya libido tinggi namun tidak dikeluarkan dalam bentuk fantasi seks. Bisa jadi hal tersebut muncul karena faktor situasional. Misal, sedang di bus, lihat perempuan dadanya besar lalu muncul gairah seksual. Tapi tidak serta merta menjadi impulsif atau tidak bisa mengontrol diri,” urai Albino.

Dalam kepribadian manusia, selain id, ada ego dan superego yang dapat berperan sebagai penyeimbang. Ego mengatur agar id dapat disalurkan dalam lingkungan sosial dan dorongan-dorongan id tidak melanggar nilai-nilai superego. Sementara superego merupakan bagian moral yang menilai baik – buruk dari apa yang dilakukan oleh dorongan ego yaitu id.

Untuk mencegah agar tidak berkembang menjadi impulsif dan mengalihkan hasrat melamun 'jorok', Albino menyarankan agar menyibukkan diri dan menyalurkan energi dengan alktivitas biasa seperti bekerja, berolahraga, kegiatan hobi, dll. #mamipanda

Artikel ini pernah dimuat di MALE Digital Magazine by Detikcom

Saturday, October 6, 2018

PHOBIA, Unreasonable Fear - Terasa Sangat Menakutkan dan Tidak Masuk Akal



Awam melihatnya sebagai suatu hal wajar. Namun tidak demikian dengan orang yang memiliki fobia. Ya, seperti fobia yang saya derita. Saya sangat takut dengan ketinggian dan takut naik ESKALATOR!

Iyaaa... Eskalator!
Kalau di depan saya ada tangga biasa berdampingan dengan eskalator, pasti saya lebih memilih naik tangga saja. Daripada saya harus ancang2 terus satu dua tiga tapi kaki gak napak2 di eskalator, kan malah bikin antrean panjang di belakangnya.

Cerita sedikit ya flashback ke masa silam. Waktu itu saya lagi malam mingguan bersama patjar di Gramedia Matraman untuk mencari buku2 sebagai referensi penulisan skripsi. Posisi di lantai 3 kalo gak salah. Memang kalau eskalator naik saya takutnya biasa aja. Takut, tapi gak luar biasa. Berbeda kalau eskalator turun itu ngerinya RUARRRR BIASA!!!

Nah, tibalah saatnya saya harus turun dari lantai 3 ke 2 dan tidak ada pilihan lain selain eskalator. Oke, saya berhenti ketika posisi sudah di depan eskalator. Kok ngeri bangettt yaaa... ujug2 saya balik badan trus langsung nyamperin satpam. "Pak, minta tolong apakah eskalatornya bisa dimatikan dulu? Saya takut pak mau turun," pinta saya dengan sangat memelas ke Bapak Security, sementara si Patjar mukanya mulai jutek. Gak pake lama Pak Satpam bergegas mematikan eskalator dan orang-orang yang ada di situ pun pada bertanya-tanya ada apa gerangan. Malu? Sudah pasti. Tapi daripada saya semaleman di Gramedia, ga pulang-pulang. Mending malu sebentar deh. Sudah tak saya hiraukan lagi tatapan2 aneh yang memandang ke saya. Akhirnya, saya sampai di lantai dasar dengan selamat. Tapi... si PATJAR MURKAAAAA ...! "Ngapain sih kamu sampe minta satpam matiin eskalatornya segala? Kan malu taukkk diliatin orang-orang. Kamu kan bisa pegangan aku. Malu taukkk maluuuu...!!!" cerocosnya sambil bersungut-sungut. 

Yah gimana dong yaaa, saya cuma bisa diem sambil masih menetralisir ngos2an akibat turun eskalator secara manual. Hihihihi...

Gara-gara itu juga saya penasaran, kenapa sih orang bisa sampai Phobia? Yuks simak artikel saya yang pernah dimuat di MALE Magazine by Detikcom.

“Orang-orang yang fobia, mereka merasakan suatu ketakutan dan kecemasan pada sesuatu yang sifatnya spesifik/objeknya jelas. Misal, takut dengan binatang (laba-laba, anjing, serangga), takut terhadap kejadian alam (petir, ketinggian, air), takut pada benda medis (jarum suntik, darah), takut yang sifatnya situasional (pesawat terbang, lif, ruangan tertutup),” papar psikolog klinis, FX Albino Prasodjo.

Psikolog yang berpraktik di Bethsaida Hospital, Paramount Gading Serpong ini menambahkan bahwa ada tiga kategori fobia yang utama, yaitu: Pertama, fobia spesifik, yaitu ketakutan irasional yang terus-menerus pada objek tertentu atau situasi (seperti pesawat terbang atau ruang tertutup), alam (badai atau ketinggian), binatang atau serangga (anjing atau laba-laba), darah, suntikan atau cedera (seperti pisau atau tindakan medis), fobia lainnya (suara keras atau badut). Kedua, fobia sosial, perasaan yang lebih dari sekadar rasa malu. Fobia sosial melibatkan kombinasi berlebihan antara kesadaran diri dengan rasa takut terhadap pengawasan publik atau penghinaan dalam situasi umum. Perasaan takut ditolak, dicap negatif, atau takut menyinggung perasaan orang lain. Ketiga, fobia ruang terbuka (agoraphobia), yaitu ketakutan pada situasi seperti menggunakan angkutan umum, berada di ruang terbuka atau tertutup, berdiri di tengah orang banyak, berada di luar rumah sendirian. Kebanyakan orang dengan agoraphobia semakin menjadi setelah mengalami satu atau lebih serangan panik sehingga mereka takut mengalami lagi hal tersebut dan menghindari tempat di mana itu terjadi. Agoraphobia bisa sangat parah hingga tidak bisa meninggalkan rumah.

“75% orang mempunyai fobia lebih dari satu objek atau situasi. Misal, takut terhadap tiga hal; petir, kecoa, ruang tertutup,” imbuh Albino. Lalu apa sebetunya yang menyebabkan seseorang mengalami fobia, bahkan bisa lebih dari satu jenis?

Dalam kasus spesicif phobia, individu mengalami pengalaman traumatis dengan objek fobianya. Misal, pernah digigit tawon, terjebak dalam lift, atau individu itu tidak mengalami peristiwa traumatik secara langsung tapi pernah melihat orang lain mengalami peristiwa traumatik itu. Contoh, melihat orang tenggelam di kolam renang, membaca berita hilangnya pesawat terbang dengan dugaan pilot bunuh diri,” jawab Albino.

Untuk mengatasinya, Albino menyarankan jika seseorang tidak sering berhadapan dengan fobianya, tidak menjadi masalah dan biasanya orang yang mengalami fobia akan menghindari objek yang ditakutinya itu. Namun memang ada situasi yang tidak dapat dihindari. Jika demikian, individu yang mengalami fobia biasanya akan mengalami kecemasan -mengantisipasi apa yang akan terjadi- yang diakibatkan oleh objek fobianya. Tipsnya; atur nafas hingga stabil ketika ketakutan itu muncul. Lalu bayangkan atau alihkan pikiran negatif (ketakutan) kepada sesuatu yang positif.

Tidak semua fobia membutuhkan pengobatan tetapi jika sudah mempengaruhi kehidupan sehari-hari dan semakin mengganggu, barulah berkonsultasi ke profesional untuk pemeriksaan lebih lanjut. #mamipanda


Wednesday, April 11, 2018

Holy Smokes Sensasi Daging Asap BBQ Ala Texas


Kesempurnaan membutuhkan waktu. Daging yang sempurna, diasapi hingga 14 jam!


Untuk menikmati empuk dan juicy-nya daging asap barbeque seperti di Texas tak perlu jauh-jauh sampai terbang ke negara koboi. Cukup datang ke Holy Smokes yang berada di Jalan Wolter Monginsidi No. 27, Jakarta Selatan, Anda sudah dapat merasakan sensasinya.

Holy Smokes menjagokan konsep menu daging asap BBQ ala Texas yang diasapi dengan teknik memasak 'low and slow'. Teknik memasak seperti ini tentu saja membutuhkan waktu yang cukup lama, yakni sekitar 13-14 jam. Walaupun menghabiskan banyak waktu, Albert Wijaya sebagai Chef sekaligus pemilik Holy Smokes tetap menggunakan teknik tersebut. “Kesempurnaan membutuhkan waktu, dan tidak ada jalan pintas dalam mempersiapkan daging,” demikian Albert meyakininya.

Bahkan ketika ada pilihan untuk mempersingkat waktu memasak agar daging cepat lunak, seperti direbus terlebih dahulu misalnya, Albert tidak mau menggunkan jalan pintas tersebut. “Kami tidak merebus daging untuk melunakannya karena hal itu dapat menghilangkan rasa daging itu sendiri,” jelas pria yang menekuni bidang Food Science dan Food Culinary di Amerika Serikat.

Karena itulah mengapa Holy Smokes menggunkan mesin pengasap dengan teknik memasak suhu rendah dan periode pengasapan yang lama, agar dapat menonjolkan rasa daging yang terbaik. Selain itu, jenis kayu yang digunakan untuk pengasapan pun dipilih dengan ketat yang berasal dari kayu buah Belimbing dan Rambutan, sehingga menghasilkan asap bersih dan harum serta rasa sempurna yang meresap dalam daging.

Tak hanya soal pengasapan, aspek penting lainnya dari Holy Smokes adalah mengenai bumbu BBQ yang digunakan. Bumbu yang merupakan campuran delapan bahan pilihan itu adalah hasil racikan Albert sendiri. Albert juga mengembangkan saus BBQ andalan untuk menonjolkan rasa daging.

Menu Andalan

Smoky Beef Brisket adalah menu andalan Holy Smokes yang terdiri dari potongan bagian daging yang ramping yang diasapi selama 14 jam. Untuk dua iris brisket, harga yang dipatok berkisar antara Rp 88 ribu. Menu lainnya, Anda dapat mencicip Southern Style Beef Ribs, yaitu iga belakang sapi yang memiliki tulang yang lebih panjang dengan daging tebal di antara tulang. Untuk menu yang dibanderol seharga Rp 278 ribu per tiga potongnya ini, proses pengasapannya memakan waktu empat jam. 

Masih ada Texas Short Ribs, yaitu iga pendek namun dengan daging yang cukup tebal. Diasapi selama enam jam dengan suhu rendah. Sebagai menu pendukung, Holy Smokes juga menyediakan Onion Straw, BBQ Chicken Salad, baked beans, mac & cheese, macaroni salad, green salad, coleslaw, homecut fries, dan corn.

Lokasi: Jl. Wolter Monginsidi No. 27, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12180
Jam buka: Setiap hari (11.30 – 22.00 WIB)
Facebook : www.facebook.com/HolySmokesID
Instagram: @HolySmokesID

Tulisan ini pernah dimuat di Male Digital Magazine by Detikcom Tahun 2015

Friday, March 3, 2017

Bersosialisasi dan Makan Enak di 'Socieaty'


Bersantap bukanlah sekadar mengisi perut. Makan apa dengan siapa dan di mana membuat kenikmatan terasa lebih komplit!

Tidak salah jika tempat ini dinamai “Socieaty” gabungan dari kata “society” dan “eat”. Di situlah  orang-orang berkumpul dan makan bersama. 

 Dari yang hanya bersantap siang, rapat kecil dengan rekan kerja, bertemu teman-teman dekat sambil ngopi sore, hingga makan malam romantis bersama pasangan. Sebagai makhluk sosial, tak pelak manusia tetap membutuhkan manusia lain, termasuk untuk urusan makan! “Sebetulnya, memilih nama untuk restoran ini adalah bagian yang cukup sulit. Sebelumnya kami sudah mengumpulkan 20 nama lalu memilih Socieaty tapi dengan sisipan kata “eat”. Jadi Socieaty mengandung arti sebagai kumpulan dari orang-orang yang ingin makan dan berkumpul,” buka Susanna Kusnowo selaku Managing Director Socieaty.

Walaupun baru diresmikan pada September 2015, pengunjung sudah ramai memenuhi resto yang berkapasitas 120 kursi ini. Posisinya cukup strategis, yakni berlokasi di Plaza Indonesia, Level 1. Siapapun tentu dapat dengan mudah mengakses mal mewah yang terletak di jantung Ibukota ini.



“Plaza Indonesia dipilih karena lokasinya yang sangat strategis dan walaupun ekonomi saat ini dikatakan berjalan lambat, kami melihat market di Indonesia tetap berkembang pesat. Selain itu, pertimbangan lainnya adalah karena pemakai sosial media Instagram dan Twitter paling besar ada di Indonesia, karena itu dipilihlah untuk buka di Indonesia,” Susanna menjelaskan.

Onion Soup
Di Socieaty yang khusus menyajikan hidangan Eropa dan Asia ini Anda dapat menemukan makanan-makanan terbaik yang pernah dijual di berbagai resto di bawah naungan Les Amis Group yang sudah berdiri sejak tahun 1994 di Singapura.

“Kami memiliki begitu banyak restoran yang tersebar di Singapura, Hongkong, Myanmar, Filipina, dan Vietnam, yang kami ambil beberapa makanan terbaiknya, lalu kami jadikan satu dalam Socieaty. Antara lain ada Socieaty Roast Chicken, Spicy Chicken Quesadilla, dan Onion Soup,” ujar Susanna.

Garlic Chili Prawn
Spicy Chicken Quesadilla adalah makanan pembuka yang terdiri dari tender chicken thigh marinated, dengan sriracha dan tomato sauce, bell pepper, pineapple, onion, mozzarella, dan parsley. Harga per porsinya adalah Rp 148 ribu. Sedangkan untuk Onion Soup yang rasanya asam segar, Anda cukup membayar sebesar Rp 75 ribu saja.

Ada yang unik dengan citarasa hidangan Asia di Socieaty yakni rasa pedasnya yang begitu menonjol pada hidangan utama seperti yang tersaji pada pasta Aglio Olio dan Garlic Chili Prawn. Pedasnya begitu menggigit! Ternyata, pemakaian cabai rawit merconlah penyebabnya! Di mana Anda pernah menemukan Aglio Olio berpadu dengan cabai mercon yang super pedas? Mungkin hanya di Socieaty.

“Karena orang Indonesia suka pedas, maka kami membuat Aglio Olio yang memakai cabai rawit mercon yang pedasnya mantap! Walaupun banyak hidangan kami yang pedas, namun tidak semuanya. Tapi memang kali ini kami ingin mencoba makanan yang pedas,” jelas Susanna.

Sementara bagi Anda yang tidak terlalu suka pedas, dapat menjatuhkan pilihan hidangan utama pada Socieaty Roast Chicken yakni ayam panggang dengan daging yang sangat empuk dan juicy. Melihat ukurannya yang tergolong besar cukuplah sepadan dengan harga yang harus dibayar yaitu Rp 128 ribu.

Semua hidangan di Socieaty lahir dari tangan-tangan terampil para chef yang didatangkan langsung dari pusatnya, Singapura. Walau demikian, mereka tetap menggunakan bahan dan bumbu-bumbu lokal Indonesia yang mereka yakini sangat bagus kualitasnya. Hmmm... hidangan Eropa & Asia, berpadu dengan cita rasa lokal yang berkarakter kuat nan khas, tentu semakin nikmat rasanya jika disantap bersama-sama. Socializing in Socieaty!

Lokasi: Plaza Indonesia Level 1, Jl. MH Thamrin Kav 28-30, Jakarta Pusat - 10350
Jam buka: Setiap hari (10.00 – 22.00 WIB)
Reservasi: +62 21 2992 3888 / +62 85 222287777 socieaty@lesamisgroup-id.com
Website: www.socieaty.com
Twitter & Facebook : socieatyid
Instagram: socieaty

Artikel ini dimuat di MALE Magazine, Edisi Oktober 2015